kontrasesi dan tanggung jawab perawat
Metode kontrasepsi yang paling baik adalah metode yang yang nyaman dan alamiah bagi pasangan tersebut, dan metode yang akan mereka gunakan dengan benar dan konsisten.
Efektifitas kontrasepsi dijelaskan dalam istilah ;
a. Efektifitas maksimal (ideal)
b. Efektifitas tipikal (aktual)
Tanggung jawab perawat :
1. Membantu pasangan memilih dan menggunakan metode kontrasepsi yang efektif adalah peran penting perawat.
2. Memahami filosofi yang dimilki oleh seseorang
3. Mengajarkan individu atau pasangan tentang kisaran lengkap kemungkinan kontrasepsi merupakan faktor kunci dalam membantu klien membuat pilihan kontrasepsi terinformasi dan memuaskan.
4. Memahami dan mengajarkan tentang metode kontrasepsi yang tersedia dan penggunaannya, efektifitas, keuntungan, kerugian, dan efek samping yang merupakan peran perawat yang utama.
5. Memberikan sikap yang nyaman, faktual, tidak mengadili ketika membahas kontrasepsi dan seksualitas yang merupakan elemen asuhan keperawatan efektif yang signifikan.
6. Menyusun riwayat kesehatan yang lengkap dan data pengkajian adalah penting untuk merencanakan penyuluhan kontrasepsi yang tepat.
METODE KONTRASEPSI
A. Metode alamiah atau kesadaran fertilitas
Metode ini terdiri dari identifikasi hari-hari tertentu selama setiap siklus menstruasi tertentu ketika senggama paling mungkin mengakibatkan kehamilan dan menghindari hubungan seksual selama hari-hari ini. Metode ini tidak memberikan perindungan terhadap penyakit menular seksual (STD).
1. Metode kalender (ritmis).
a. Bergantung pada pantang berkala atau tidak melakukan hubungan intim pada masa subur.
b. Angka kehamilan diantara para pemakai tipikal sebesar 13 %.
c. Keuntungan : tidak mahal, nyaman, tidak ada efek samping, mendorong komunikasi, secara etik dan moral tidak kontroversial, dan tepat untuk program pendidikan seksual.
d. Kerugian : memerlukan metode pantang berkala yang panjang dan lama serta kontrol diri, perhitungan yang benar dan periode menstruasi yang teratur agar efektif.
2. Metode sushu basal tubuh (BBT)
a. Menggunakan tanda tunggal peningkatan BBT untuk memprediksi ovulasi (menandakan masa subur) dan mulai pantang berkala.
b. Selama pemakaian tipikal, angka kehamilan berkisar sekitar 20 %.
c. Keuntungan : tidak mahal, tidak ada efek samping, mendorong komunikasi antar pasangan, secara etik dan moral tidak kontroversial, dan tepat untuk program pendidikan seksual.
d. Kerugian : metode ini tidak seefektif dengan metode lain, kenaikan suhu bisa dikarenakan oleh selain ovulasi, metode ini memerlukan pencatatan yang teratur dan akurat, masa berhubungannya sangat singkat (10 hari).
3. Metode lendir serviks
a. Metode menggunakan penampilan, karakteristik, dan jumlah lendir serviks untuk mengidentifikasi ovulasi.
b. Kemungkinan kehamilan selama pemakaian topikal adalah sekitar 20 %.
c. Keuntungan : tidak mahal, tidak ada efek samping dan tidak kontroversial.
d. Kerugian : tidak seefektif dengan metode yang lainnya.
4. Metode simptotermal
a. Pasangan tersebut menggunakan kombinasi tehnik-ttehnik yang disebutkan diatas untuk menentukan masa subur.
b. Kemungkinan kehamilan bisa sebesar 13 %-20% dintara penggunaan tipikal.
c. Keuntungannya : metode ini tidak mahal, memberikan pasngan banyak informasi, mendorong komunikasi, dan tidak memilki efek samping.
d. Kerugian : lebih rumit dansulit untuk dipelajari, dan memerlukan usaha setiap hari dan teratur.
5. Mittelschmerz
a. Di antara siklus menstruasi ,beberapa wanita mengalami nyeri ketika ovarium melepaskan telur. Jarang terjadi nyeri yang disertai denga sedikit bercak darah vagina. Beberapa pasangan menggunkan gejala ini sebagai tanda dimulainya masa subur dan tidak melakukan hubungan sampai lewat masa subur.
b. Keuntungannya adalah metode ini nyaman dan tidak mahal.
c. Kerugiannya : metode ini perlu adanya nyeri yang diandalkan dan dapat diindentifikasi dan dibedakan antara gejala-gejal serupa dan metode ini tidak dapat diandalkan seperti metode yang lainnya.
B. Koitus interuptus
1. Metode ini adalah menarik penis dari vagina saat sebelu ejakulasi.
2. Metode ini sangat tidak efektif karena sperma berada pada cairan praejakulasi. Efektifitasnya bergantung pada pria saat menarik penisnya saat akan ejakulasi.
3. Angka kehamilan sekitar 19 %.
4. Keuntungnnya adalah secara medis aman dantidak mahal.
5. Kerugiannya adalah metode ini tidak dapat diandalkan dalam merintangi kenikmatan seksual atau pleteau , dan menurunkan kepuasan. Metode ini tidak menghilangkan resiko STD.
C. Metode spermisida
1. Jeli vagina, krim, supositoria atau preparat busa berpengaruh pada kemampuan hidup sperma dan mencegah sperma masuk ke seviks .
2. Angka kehamilan diantara penggunaan tipikal bervariasi dari 5 %-50%.
3. Keuntungannya adalah metode ini tersedia tanpa resep,berguna bila metode lain tidak cocok atau ada kontraindikasi, dan memilki sedikit atau tidak ada efeksamping.
4. Kerugiannya adalah metode ini tidak efektif dengan metode lainnya, dapat mengekibatkan iritasi jaringan dan secara estetik kurang menyenangkan.
D. Metode sawar
1. Kondom wanita (vaginal pouch).
Merupakan sarung poliuretan panjang yang dimasukan secara manual kedalam vagina dengan cincin intenal yang fleksibel membentuk penghalang serviks dan cincin luar yang lebar untuk menutupi perineum. Alat ini dapat dimasukan sampai 8 jam sebelum melakukan hubungan seks dan dijual bebas. Alat iniefektif kira-kira 80 %. Keuntungannya adalah penyakit ini melindungi penyakit menular seks dan konsepsi, memungkinkan wanita untuk mengontrol perlindungan , tidak mahal untuk penggunaan tunggal dan sekali pakai.
Kerugiannya adalah secara estetik kurang nyaman, memerlukan keterampilan, mahal untuk penggunaan sering, bisa menyebabkan sensifitas terhadap bahan sarung, dan menurunkan spontanitas.
2. Kondom pria
Merupakan sarung karet yang dipasanag sesuai pada penis yang ereksi dan mencegah sperma masuk vagina. Kondom efektif sekitar 86 %.
Keuntungannya adalah bahwa mencegah terjadinya konsepsi dan penularan penyakit menular seksual, dapat dibeli bebas, dan tidak memiliki efek samping.
Kerugiannya adalah bahwa kondom dapat menurunkan spontanitas dan sensasi, seharusnya digunakan jeli vagina bila kondom atau vagina kering.
“ Tersedia kondom alamiah,yaitu kondom dari kulit hewan. Tapi mahal dan tidak melindungi terhadap sebagian besar penyakit menular seksual.
3. Cervikal cap
Adalah karet kecilatau kubah plastik yang dipasang sesuai serviks. Efektifitas tergantung pada paritas. Efektifitas wanita mengenai kehamlan dapat berkisar 60 %-80%.
Keuntungannya adalah bahwa alat ini alat ini memberikan perlindungan terus menerus selama 48 jam, berapa kalipun senggama dilakukan.
Kerugaiannya adalah alat ini dapat lepas, dan harus diisi dengan spermisida. Efeksamping meliputi trauma serviks atau vagina, infeksi pelvik, servisitis dan hasil uji Pap yang abnormal. Masalah bau juga dapat timbul dari penggunaan yang lama.
4. Diagfragma
Merupakan cincin fleksibel yang ditutupi dengan suatu kubah-berbentuk topi yang masukke vagina dan menyelubungi serviks. Bingkai posterior berada pada forniks posterior dan pubis. Efektifitasnya sekitar 80 % dengan pemakaian topikal.
Keuntungannya adalah bahwa alat ini dapat digunakan kembali dan tidak mahal dengan penggunaan selama beberapa tahun.
Kerugiannya adalah alat ini memerlukan keahlian dalam memasangnya, harus dipaskan secara individual, harus dipaskan kembali, setelah kelahiran bayi atau setelah penurunan badan sebanyak 6,8 kg atau lebih.
Efeksamping meliputi sindrom syok toksik, sistitis, kram atau tekanan rektum dan alergi terhadap spermisida atau karet.
E. Alat kontrasepsi dalam rahim ( IUD ).
Merupakan alat fleksibel yang dimasukan kedalam ronggan uterus. Alat ini mengubah transpor sperma tuba dan uterus sehingga fertilisasi tidak terjadi. Efektifitas sekitar 93 % ( maks).
Keuntungannya adalah alat ini tidak mahal untuk penggunaan jangka panjang, refersibel, tidak memilki efek samping sistemik, bisa digunakan pada wanita menyusui.
Kerugiannya adalah hanya tersedia di petugas kesehatan, dan tidak dapat dipasang pada wanita dengan pelviks aktif atau kronis. Efeksampingnya meliputi dismenore, meningkatkan aliran darah menstruasi, bercak darah diantara periode menstruasi, infeksi uterus atau perforasi dan kehamilan ektopik.
F. Metode farmakologi
1. Kontrasepsi oral
Gabungan preparat estrogen dan progesteron dalam bentuk tablet menghambat FSH, LH, dan ovum. Efektifitasnya adalah sekitar 97 %.
Keuntungannya adalah kontrasepsi ini merupakan metode konrasepsi yang paling handal dan nyaman penggunaannya.
Kerugiannya adalah seharusnya tidak digunakan pada wanita yang merokok, para wanita yang memiliki riwayat tromboflebitis, penyakit sirkulasi, varises, diabetes, karsinoma bergantung estrogen dan penyakit hati.
Efeksampingnya adalah meliputi perdarahan tengah siklus, mual, muntah, rentan terhadap infeksi vagina, pembentukan trombus, edema, pertambahan berat badan, iritabilitas, dan tidak ada mens.
2. Pil mini
Mengandung progestrin, tapi tidak ada estrogen. Penggunaan pil ini menyebebkan endometrium atrofi tipis dan penebalan lendir seviks, yang menghambat permeabilitas sperma. Angka kegagalannya adalah 3 % saja.
Keuntungannya adalah dapat digunakan segera setelah pasca partum jika pasien tidak menyusui secara eksklusif.
Kerugiannya adalah perdarahan yang tidak teratur, peningkatan risiko kehamilan ektopik, dan pilmini ini harus diminum pada waktu yang sama.
3. Implan subdermal
Enam batanag Silastik halus yang berisi progeteron sintesis yang diimplantasi kedalam lengan wanita. Progesteron bocor ke dalam aliran darah, menghambat ovulasi, membuat lendir serviks melawn sprema dan menghambat implantasi ke dalam endometrium. Efektifitas berkisar antara 0.04 % kegagalan sampai 99 % efektif dalam 24 jam.
Keuntungannya adalah bekerja lama (sampai 5 tahun), tidak tergantung koitus , reversibel, tidak mahal sepanjang usia obat tersebut dan memerlukan sedikit perhatian kecuali kunjungan petugas kesehatan terhadap masalah atau pemeliharaan kesehatan terjadwal.
Kerugiannya adalah alat ini sulit dilepaskan dan diharapkan tidak digunakan pada wanita dengan tromboflebitis aktif. Efeksampingnya meliputi nyeri tekan dan memar pada tempat pemasanganpembedahan melalui insisi 1,25 cm pada bagian dalam pemasangan lengan yang tidak normal.
4. Suntikan subkutan
Midroksiprogesteron merupakan suntikan intramuskular iberikan setiap 3 bulan, yang bekerja seperti implan subdermal. Efektifitasnya serupa dengan implan subdermal.
Keuntungannya adalah alat ini sangat efektif dan memerlukan sedikit perhatian .
Kerugiannya adalah serupa dengan implan subdermal.
Efeksampingya adalah serupa juga dengan i,plam subdermal.
G. Sterilisasi
1. Vasektomi
a. Ligasi pembedahan vas deferens mengakhiri saluran sperma yang melalui saluran tersebut sepenuhnya setelah sperma residu membersihkan saluran reproduksi pria.
b. Metode hampir 100 % efektif.
c. Keuntungannnya adalah metode ini sngat efektif dan biayanya permanen.
d. Kerugiannya adalah metode ini memerlukan pembedahan dan dapat terjadi ierversibel. Angka keberhasilan ke metode ini bervariasi ; keberhasilan anatomi adalah 40 %-90% ; keberhasilan klinis adalah 18 % sampai 60 %. Tidak perlindungan terhadap penyakit kelamin.
2. Ligasi tuba / tubektomi
a. Kedua tuba falopi dilakukan ligasi melalui pembedahan atau dilakukan kauterisasi baik melalui mini laparotomi atau laparoskopi.
b. Metode ini hampir 100 % efektif.
c. Keuntungannya adalah sangat efektif dan harganya permanen dandapat dilakukan setelah pasca partum.
d. Kerugiannya adalah merupakan metode invasif dan mungkin ireversibel. Rekonstruksi tuba memiliki angka keberhasilan pemulihan fertilitas 50 % - 70%, namun terdapat resiko kehamilan ektopik setelah prosedur ini.
H. Kontrasepsi darurat
1. Adalah metode hormonal untuk mencegah fertilisasi, implantasi atau keduanya. Metode ini secara sementara mengganggu proksi hormon ovarium yang menyebebkan fase lutel tidak adekuat, endometrium tidak dapat enyokong implantasi, tidak adekuatnya transpor tuba dan kapitasi.
2. Metode ini efektif sebesar sekitar 75 %.
3. Digunakan atas kemauan sendiri setelah suatu masa senggama tidak memakai perlindungan dalam 72 jam terakhir. Klien harus tidak meiliki kontraindikasi terhadap kontrasepsi hormonal.
4. Gabungan kontrasepsi oral diberikan sebagai dua pil Ovral (atau 4 pil Ovral) dalam 72 jam setelah koitus yang tidak terlindungi. Dosis tersebut kemudian diulangi 12 jam kemudian.
Kamis, 07 Januari 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar