Senin, 12 Juli 2010

Prosedur Membuka Gips

Pengertian

Patah tulang yang dipasang gips akan pulih kembali setelah 1-6 bulan tergantung kondisi patah tulang dan kecepatan penyembuhan. Pada keadaan ini gips harus dibuka.



B. Tujuan

Prosedur ini bertujuan untuk membuka gips tanpa menimbulkan trauma baru



C. Peralatan

- Pisau gips (alat listrik dengan gergaji tajam yang memutar dan berhubungan dengan kolektor hampa)

- Pembuka gips

- Pisau bedah

- Gunting dan plester / balutan



D. Prosedur

1. Mencuci tangan

2. Menjelaskan pada klien dimana dan bagaimana pisau gips digunakan dan apa yang akan dirasakan. Siapkan pisau gips dan perlihatkan agar klien dapat mendengarkan bunyi suara mesin penggeraknya. Berikan penjelasan mengapa gips tak digunakan lagi. Tekan dengan pen disekitar daerah yang akan dibuka.

3. Membuat garis, sebaiknya di depan samping maleoli pada gips ekstremitas bawah. Pada ekstremitas atas biasanya digunakan bidai sepanjang jari-jari atau permukaan yang lurus. Informasikan pada klien untuk melihat dari bagian samping

4. Menghidupkan pemotong listrik sesuai gambar/garis yang telah dibuat

5. Mengistirahatkan tungkai yang bergips

6. Menyiapkan pisau listrik tersebut . tekan bilah tajam dengan hati – hati dan mantap pada gips agar pisau memotong gips . Dengan pisau gips iris secara perlahan , gips akan terbuka bila pengirisan telah lengkap. Naikkan bilah pemotong sedemikian rupa dan periksalah bilah tersebut di atas / bawah sesuai jarak penglihatan. Gips dipotong berurutan dengan tekanan memutar dan pergerakan sejajar sepanjang garis yang akan dipotong. Pertahankan garis bilah pemotong sepanjang ekstremitas dengan arah lurus ( satu arah )

7. Memotong gips pada kedua sisi. Bila terasa keras pada bagian depan, maka putar ke bagian belakang. Tempatkan bilah pada pembuka gips pada saat yang tepat untuk memotong. Pisahkan pada dua sisi berpasangan dengan membuka pada beberapa bagian sisi sepanjang bidai gips. Tarik gips dengan tangan. Potong cepat bahan gips dan balutan gulungan dengan gunting, jaga gunting tetap terbuka sejajar dengan kulit. Tarik ekstremitas secara hati-hati ke belakang. Pegang agar tetap dapat dipertahankan sesuai posisi seperti pada saat digips .

8. Membersihkan kulit dengan baik memakai sabun yang lunak dan air. Keringkan dengan lap dan berikan krem kulit .

9. Menjelaskan perlunya perawatan tindak lanjut dan latihan atau kunjugan pada ahli fisioterapi .

10. Mendokumentasikan prosedur dan respons klien dalam catatan klien.

Rabu, 21 April 2010

Glaukoma

Glaukoma
DEFINISI
Glaukoma adalah suatu penyakit dimana tekanan di dalam bola mata meningkat, sehingga terjadi kerusakan pada saraf optikus dan menyebabkan penurunan fungsi penglihatan.

# Terdapat 4 jenis glaukoma: Glaukoma Sudut Terbuka
# Glaukoma Sudut Tertutup
# Glaukoma Kongenitalis
# Glaukoma Sekunder.
Keempat jenis glaukoma ditandai dengan peningkatan tekanan di dalam bola mata dan karenanya semuanya bisa menyebabkan kerusakan saraf optikus yang progresif.

PENYEBAB
Bilik anterior dan bilik posterior mata terisi oleh cairan encer yang disebut humor aqueus.
Dalam keadaan normal, cairan ini dihasilkan di dalam bilik posterior, melewati pupil masuk ke dalam bilik anterior lalu mengalir dari mata melalui suatu saluran.
Jika aliran cairan ini terganggu (biasanya karena penyumbatan yang menghalangi keluarnya cairan dari bilik anterior), maka akan terjadi peningkatan tekanan.

Peningkatan tekanan intraokuler akan mendorong perbatasan antara saraf optikus dan retina di bagian belakang mata.
Akibatnya pasokan darah ke saraf optikus berkurang sehingga sel-sel sarafnya mati.

Karena saraf optikus mengalami kemunduran, maka akan terbentuk bintik buta pada lapang pandang mata.
Yang pertama terkena adalah lapang pandang tepi, lalu diikuti oleh lapang pandang sentral.
Jika tidak diobati, glaukoma pada akhirnya bisa menyebabkan kebutaan.

GEJALA
GLAUKOMA SUDUT TERBUKA

Pada glaukoma sudut terbuka, saluran tempat mengalirnya humor aqueus terbuka, tetapi cairan dari bilik anterior mengalir terlalu lambat.
Secara bertahap tekanan akan meningkat (hampir selalu pada kedua mata) dan menyebabkan kerusakan saraf optikus serta penurunan fungsi penglihatan yang progresif.

Hilangnya fungsi penglihatan dimulai pada tepi lapang pandang dan jika tidak diobati pada akhirnya akan menjalar ke seluruh bagian lapang pandang, menyebabkan kebutaan.

Glaukoma sudut terbuka sering terjadi setelah usia 35 tahun, tetapi kadang terjadi pada anak-anak.
Penyakit ini cenderung diturunkan dan paling sering ditemukan pada penderita diabetes atau miopia.
Glaukoma sudut terbuka lebih sering terjadi dan biasanya penyakit ini lebih berat jika diderita oleh orang kulit hitam.

Pada awalnya, peningkatan tekanan di dalam mata tidak menimbulkan gejala.
Lama-lama timbul gejala berupa:
- penyempitan lapang pandang tepi
- sakit kepala ringan
- gangguan penglihatan yang tidak jelas (misalnya melihat lingkaran di sekeliling cahaya lampu atau sulit beradaptasi pada kegelapan).

Pada akhirnya akan terjadi penyempitan lapang pandang yang menyebabkan penderita sulit melihat benda-benda yang terletak di sisi lain ketika penderita melihat lurus ke depan (disebut penglihatan terowongan).

Glaukoma sudut terbuka mungkin baru menimbulkan gejala setelah terjadinya kerusakan yang tidak dapat diperbaiki.


Glaukoma sudut tertutup terjadi jika saluran tempat mengalirnya humor aqueus terhalang oleh iris.

Setiap hal yang menyebabkan pelebaran pupil (misalnya cahaya redup, tetes mata pelebar pupil yang digunakan untuk pemeriksaan mata atau obat tertentu) bisa menyebabkan penyumbatan aliran cairan karena terhalang oleh iris.
Iris bisa menggeser ke depan dan secara tiba-tiba menutup saluran humor aqueus sehingga terjadi peningkatan tekanan di dalam mata secara mendadak.

Serangan bisa dipicu oleh pemakaian tetes mata yang melebarkan pupil atau bisa juga timbul tanpa adanya pemicu.
Glaukoma akut lebih sering terjadi pada malam hari karena pupil secara alami akan melebar di bawah cahaya yang redup.

Episode akut dari glaukoma sudut tertutup menyebabkan:
- penurunan fungsi penglihatan yang ringan
- terbentuknya lingkaran berwarna di sekeliling cahaya
- nyeri pada mata dan kepala.
Gejala tersebut berrlangsung hanya beberapa jam sebelum terjadinya serangan lebih lanjut.

Serangan lanjutan menyebabkan hilangnya fungsi penglihatan secara mendadak dan nyeri mata yang berdenyut.
Penderita juga mengalami mual dan muntah.
Kelopak mata membengkak, mata berair dan merah.
Pupil melebar dan tidak mengecil jika diberi sinar yang terang.

Sebagian besar gejala akan menghilang setelah pengobatan, tetapi serangan tersebut bisa berulang.
Setiap serangan susulan akan semakin mengurangi lapang pandang penderita.

GLAUKOMA SEKUNDER

# Glaukoma sekunder terjadi jika mata mengalami kerusakan akibat: Infeksi
# Peradangan
# Tumor
# Katarak yang meluas
# Penyakit mata yang mempengaruhi pengaliran humor aqueus dari bilik anterior.

Penyebab yang paling sering ditemukan adalah uveitis.
Penyebab lainnya adalah penyumbatan vena oftalmikus, cedera mata, pembedahan mata dan perdarahan ke dalam mata.
Beberapa obat (misalnya kortikosteroid) juga bisa menyebabkan peningkatan tekanan intraokuler.


GLAUKOMA KONGENITALIS

Glaukoma kongenitalis sudah ada sejak lahir dan terjadi akibat gangguan perkembangan pada saluran humor aqueus.
Glaukoma kongenitalis seringkali diturunkan.

DIAGNOSA
# Pemeriksaan mata yang biasa dilakukan adalah: Pemeriksaan dengan oftalmoskop bisa menunjukkan adanya perubahan pada saraf optikus akibat glaukoma
# Pengukuran tekanan intraokuler dengan tonometri.
Tekanan di dalam bilik anterior disebut tekanan intraokuler dan bisa diukur dengan tonometri.
Biasanya jika tekanan intraokuler lebih besar dari 20-22 mm, dikatakan telah terjadi peningkatan tekanan.
Kadang glaukoma terjadi pada tekanan yang normal.
# Pengukuran lapang pandang
# Ketajaman penglihatan
# Tes refraksi
# Respon refleks pupil
# Pemeriksan slit lamp
# Pemeriksaan gonioskopi (lensa khusus untuk mengamati saluran humor aqueus.

PENGOBATAN
Glaukoma sudut terbuka

Obat tetes mata biasanya bisa mengendalikan glaukoma sudut terbuka.
Obat yang pertama diberikan adalah beta bloker (misalnya timolol, betaxolol, carteolol, levobunolol atau metipranolol), yang kemungkinan akan mengurangi pembentukan cairan di dalam mata.

Juga diberikan pilocarpine untuk memperkecil pupil dan meningkatkan pengaliran cairan dari bilik anterior.
Obat lainnya yang juga diberikan adalah epinephrine, dipivephrine dan carbacol (untuk memperbaiki pengaliran cairan atau mengurangi pembentukan cairan).

Jika glaukoma tidak dapat dikontrol dengan obat-obatan atau efek sampingnya tidak dapat ditolerir oleh penderita, maka dilakukan pembedahan untuk meningkatkan pengaliran cairan dari bilik anterior.
Digunakan sinar laser untuk membuat lubang di dalam iris atau dilakukan pembedahan untuk memotong sebagian iris (iridotomi).

Glaukoma sudut tertutup

Minum larutan gliserin dan air bisa mengurangi tekanan dan menghentikan serangan glaukoma.
Bisa juga diberikan inhibitor karbonik anhidrase (misalnya acetazolamide).

Tetes mata pilocarpine menyebabkan pupil mengecil sehingga iris tertarik dan membuka saluran yang tersumbat.
Untuk mengontrol tekanan intraokuler bisa diberikan tetes mata beta blocker.

Setelah suatu serangan, pemberian pilocarpine dan beta blocker serta inhibitor karbonik anhidrase biasanya terus dilanjutkan.
Pada kasus yang berat, untuk mengurangi tekanan biasanya diberikan manitol intravena (melalui pembuluh darah).

Terapi laser untuk membuat lubang pada iris akan membantu mencegah serangan berikutnya dan seringkali bisa menyembuhkan penyakit secara permanen.
Jika glaukoma tidak dapat diatasi dengan terapi laser, dilakukan pembedahan untuk membuat lubang pada iris.

Jika kedua mata memiliki saluran yang sempit, maka kedua mata diobati meskipun serangan hanya terjadi pada salah satu mata.

Glaukoma sekunder

Pengobatan glaukoma sekunder tergantung kepada penyebabnya.
Jika penyebabnya adala peradangan, diberikan corticosteroid dan obat untuk melebarkan pupil. Kadang dilakukan pembedahan.

Glaukoma kongenitalis

Untuk mengatasi glaukoma kongenitalis perlu dilakukan pembedahan.

PENCEGAHAN
Tidak ada tindakan yang dapat mencegah terjadinya glaukoma sudut terbuka.
Jika penyakit ini ditemukan secara dini, maka hilangnya fungsi penglihatan dan kebutaan bisa dicegah dengan pengobatan.

Orang-orang yang memiliki resiko menderita glaukoma sudut tertutup sebaiknya menjalani pemeriksaan mata yang rutin dan jika resikonya tinggi sebaiknya menjalani iridotomi untuk mencegah serangan akut. ines miaz

Kamis, 21 Januari 2010

ca cerviks

ca serik/servikal adalah (90%) karsinoma sel skuamosa dan sisanya (10%) adalah adeno karsinoma.
tipe lain yang jarang adalah sel karsinoma adenoskuamosa, karsinoma sel terang, melanoma maligna, sarkoma, dan limfoma maligna.(prise & wilson, patofisiologi.2005)
faktor resiko untuk ca serviks adalah infeksi dengan virus papillo human (HPV) yang ditularkan secara seksual. penelitian epidemologi diseluruh dunia menegaskan bahwa infeksi HPV adalah faktor terpenting dalam perkembangan ca serviks (bosch et al, 1995). lebih dari 20 tipe HVP yang berbeda mempunyai hubungan dengan ca carviks.


Resiko Ca Cerviks :
1. hubungan seks yang terlalu muda
2. jumlah kehamilan yang terlalu sering
3. merokok
4. penggunan KB spiral
5. ganti-ganti pasangan seksual
6.infeksi virus papiloma/virus kardiloma akuminata
7. personal higiene genital yang kurang
8. AKDR

Gejala klinis :
1. keputihan yang menetap
2, perdarahan yang dialami setelah coitus
3. menstruasi yang abnormal
4. perdarahan spontan pervaginaan saat defekasi
5. adanya bau busuk karena keputihan pada vagina
6. anemia (stadium 3)
7. rasa nyeri, karena inflamasi tumor/infiltrasi sel tumor
8. kegagalan faal ginjal karena infiltrasi tumor ke uretra yang menyebabkan obstruksi
9. gagal ginjal, liver, penyakit paru

pemeriksaan diagnostik :
1. PAP SMEAR
keuntungan nya adalah murah, kelemahannya yaitu tidak dapat menentukan ca.
2. biopsi (pengembilan jaringan pada bibir vagina )

pencegahan :
1. mencegah infeksi HPV
2. menghindari kehamilan dengan jarak yang terlalu dekat.
3. jangan berganti-ganti pasangan.
4. menghindari hubungan seks yang terlalu muda.
5. menjaga kebersihan genital

(S1 keperawatan UNIMUS)ines miaz

Kamis, 07 Januari 2010

kontrasesi dan tanggung jawab perawat

kontrasesi dan tanggung jawab perawat

Metode kontrasepsi yang paling baik adalah metode yang yang nyaman dan alamiah bagi pasangan tersebut, dan metode yang akan mereka gunakan dengan benar dan konsisten.

Efektifitas kontrasepsi dijelaskan dalam istilah ;

a. Efektifitas maksimal (ideal)

b. Efektifitas tipikal (aktual)

Tanggung jawab perawat :

1. Membantu pasangan memilih dan menggunakan metode kontrasepsi yang efektif adalah peran penting perawat.

2. Memahami filosofi yang dimilki oleh seseorang

3. Mengajarkan individu atau pasangan tentang kisaran lengkap kemungkinan kontrasepsi merupakan faktor kunci dalam membantu klien membuat pilihan kontrasepsi terinformasi dan memuaskan.

4. Memahami dan mengajarkan tentang metode kontrasepsi yang tersedia dan penggunaannya, efektifitas, keuntungan, kerugian, dan efek samping yang merupakan peran perawat yang utama.

5. Memberikan sikap yang nyaman, faktual, tidak mengadili ketika membahas kontrasepsi dan seksualitas yang merupakan elemen asuhan keperawatan efektif yang signifikan.

6. Menyusun riwayat kesehatan yang lengkap dan data pengkajian adalah penting untuk merencanakan penyuluhan kontrasepsi yang tepat.

METODE KONTRASEPSI

A. Metode alamiah atau kesadaran fertilitas

Metode ini terdiri dari identifikasi hari-hari tertentu selama setiap siklus menstruasi tertentu ketika senggama paling mungkin mengakibatkan kehamilan dan menghindari hubungan seksual selama hari-hari ini. Metode ini tidak memberikan perindungan terhadap penyakit menular seksual (STD).

1. Metode kalender (ritmis).

a. Bergantung pada pantang berkala atau tidak melakukan hubungan intim pada masa subur.

b. Angka kehamilan diantara para pemakai tipikal sebesar 13 %.

c. Keuntungan : tidak mahal, nyaman, tidak ada efek samping, mendorong komunikasi, secara etik dan moral tidak kontroversial, dan tepat untuk program pendidikan seksual.

d. Kerugian : memerlukan metode pantang berkala yang panjang dan lama serta kontrol diri, perhitungan yang benar dan periode menstruasi yang teratur agar efektif.

2. Metode sushu basal tubuh (BBT)

a. Menggunakan tanda tunggal peningkatan BBT untuk memprediksi ovulasi (menandakan masa subur) dan mulai pantang berkala.

b. Selama pemakaian tipikal, angka kehamilan berkisar sekitar 20 %.

c. Keuntungan : tidak mahal, tidak ada efek samping, mendorong komunikasi antar pasangan, secara etik dan moral tidak kontroversial, dan tepat untuk program pendidikan seksual.

d. Kerugian : metode ini tidak seefektif dengan metode lain, kenaikan suhu bisa dikarenakan oleh selain ovulasi, metode ini memerlukan pencatatan yang teratur dan akurat, masa berhubungannya sangat singkat (10 hari).

3. Metode lendir serviks

a. Metode menggunakan penampilan, karakteristik, dan jumlah lendir serviks untuk mengidentifikasi ovulasi.

b. Kemungkinan kehamilan selama pemakaian topikal adalah sekitar 20 %.

c. Keuntungan : tidak mahal, tidak ada efek samping dan tidak kontroversial.

d. Kerugian : tidak seefektif dengan metode yang lainnya.

4. Metode simptotermal

a. Pasangan tersebut menggunakan kombinasi tehnik-ttehnik yang disebutkan diatas untuk menentukan masa subur.

b. Kemungkinan kehamilan bisa sebesar 13 %-20% dintara penggunaan tipikal.

c. Keuntungannya : metode ini tidak mahal, memberikan pasngan banyak informasi, mendorong komunikasi, dan tidak memilki efek samping.

d. Kerugian : lebih rumit dansulit untuk dipelajari, dan memerlukan usaha setiap hari dan teratur.

5. Mittelschmerz

a. Di antara siklus menstruasi ,beberapa wanita mengalami nyeri ketika ovarium melepaskan telur. Jarang terjadi nyeri yang disertai denga sedikit bercak darah vagina. Beberapa pasangan menggunkan gejala ini sebagai tanda dimulainya masa subur dan tidak melakukan hubungan sampai lewat masa subur.

b. Keuntungannya adalah metode ini nyaman dan tidak mahal.

c. Kerugiannya : metode ini perlu adanya nyeri yang diandalkan dan dapat diindentifikasi dan dibedakan antara gejala-gejal serupa dan metode ini tidak dapat diandalkan seperti metode yang lainnya.

B. Koitus interuptus

1. Metode ini adalah menarik penis dari vagina saat sebelu ejakulasi.

2. Metode ini sangat tidak efektif karena sperma berada pada cairan praejakulasi. Efektifitasnya bergantung pada pria saat menarik penisnya saat akan ejakulasi.

3. Angka kehamilan sekitar 19 %.

4. Keuntungnnya adalah secara medis aman dantidak mahal.

5. Kerugiannya adalah metode ini tidak dapat diandalkan dalam merintangi kenikmatan seksual atau pleteau , dan menurunkan kepuasan. Metode ini tidak menghilangkan resiko STD.

C. Metode spermisida

1. Jeli vagina, krim, supositoria atau preparat busa berpengaruh pada kemampuan hidup sperma dan mencegah sperma masuk ke seviks .

2. Angka kehamilan diantara penggunaan tipikal bervariasi dari 5 %-50%.

3. Keuntungannya adalah metode ini tersedia tanpa resep,berguna bila metode lain tidak cocok atau ada kontraindikasi, dan memilki sedikit atau tidak ada efeksamping.

4. Kerugiannya adalah metode ini tidak efektif dengan metode lainnya, dapat mengekibatkan iritasi jaringan dan secara estetik kurang menyenangkan.

D. Metode sawar

1. Kondom wanita (vaginal pouch).

Merupakan sarung poliuretan panjang yang dimasukan secara manual kedalam vagina dengan cincin intenal yang fleksibel membentuk penghalang serviks dan cincin luar yang lebar untuk menutupi perineum. Alat ini dapat dimasukan sampai 8 jam sebelum melakukan hubungan seks dan dijual bebas. Alat iniefektif kira-kira 80 %. Keuntungannya adalah penyakit ini melindungi penyakit menular seks dan konsepsi, memungkinkan wanita untuk mengontrol perlindungan , tidak mahal untuk penggunaan tunggal dan sekali pakai.

Kerugiannya adalah secara estetik kurang nyaman, memerlukan keterampilan, mahal untuk penggunaan sering, bisa menyebabkan sensifitas terhadap bahan sarung, dan menurunkan spontanitas.

2. Kondom pria

Merupakan sarung karet yang dipasanag sesuai pada penis yang ereksi dan mencegah sperma masuk vagina. Kondom efektif sekitar 86 %.

Keuntungannya adalah bahwa mencegah terjadinya konsepsi dan penularan penyakit menular seksual, dapat dibeli bebas, dan tidak memiliki efek samping.

Kerugiannya adalah bahwa kondom dapat menurunkan spontanitas dan sensasi, seharusnya digunakan jeli vagina bila kondom atau vagina kering.

“ Tersedia kondom alamiah,yaitu kondom dari kulit hewan. Tapi mahal dan tidak melindungi terhadap sebagian besar penyakit menular seksual.

3. Cervikal cap

Adalah karet kecilatau kubah plastik yang dipasang sesuai serviks. Efektifitas tergantung pada paritas. Efektifitas wanita mengenai kehamlan dapat berkisar 60 %-80%.

Keuntungannya adalah bahwa alat ini alat ini memberikan perlindungan terus menerus selama 48 jam, berapa kalipun senggama dilakukan.

Kerugaiannya adalah alat ini dapat lepas, dan harus diisi dengan spermisida. Efeksamping meliputi trauma serviks atau vagina, infeksi pelvik, servisitis dan hasil uji Pap yang abnormal. Masalah bau juga dapat timbul dari penggunaan yang lama.

4. Diagfragma

Merupakan cincin fleksibel yang ditutupi dengan suatu kubah-berbentuk topi yang masukke vagina dan menyelubungi serviks. Bingkai posterior berada pada forniks posterior dan pubis. Efektifitasnya sekitar 80 % dengan pemakaian topikal.

Keuntungannya adalah bahwa alat ini dapat digunakan kembali dan tidak mahal dengan penggunaan selama beberapa tahun.

Kerugiannya adalah alat ini memerlukan keahlian dalam memasangnya, harus dipaskan secara individual, harus dipaskan kembali, setelah kelahiran bayi atau setelah penurunan badan sebanyak 6,8 kg atau lebih.

Efeksamping meliputi sindrom syok toksik, sistitis, kram atau tekanan rektum dan alergi terhadap spermisida atau karet.

E. Alat kontrasepsi dalam rahim ( IUD ).

Merupakan alat fleksibel yang dimasukan kedalam ronggan uterus. Alat ini mengubah transpor sperma tuba dan uterus sehingga fertilisasi tidak terjadi. Efektifitas sekitar 93 % ( maks).

Keuntungannya adalah alat ini tidak mahal untuk penggunaan jangka panjang, refersibel, tidak memilki efek samping sistemik, bisa digunakan pada wanita menyusui.

Kerugiannya adalah hanya tersedia di petugas kesehatan, dan tidak dapat dipasang pada wanita dengan pelviks aktif atau kronis. Efeksampingnya meliputi dismenore, meningkatkan aliran darah menstruasi, bercak darah diantara periode menstruasi, infeksi uterus atau perforasi dan kehamilan ektopik.

F. Metode farmakologi

1. Kontrasepsi oral

Gabungan preparat estrogen dan progesteron dalam bentuk tablet menghambat FSH, LH, dan ovum. Efektifitasnya adalah sekitar 97 %.

Keuntungannya adalah kontrasepsi ini merupakan metode konrasepsi yang paling handal dan nyaman penggunaannya.

Kerugiannya adalah seharusnya tidak digunakan pada wanita yang merokok, para wanita yang memiliki riwayat tromboflebitis, penyakit sirkulasi, varises, diabetes, karsinoma bergantung estrogen dan penyakit hati.

Efeksampingnya adalah meliputi perdarahan tengah siklus, mual, muntah, rentan terhadap infeksi vagina, pembentukan trombus, edema, pertambahan berat badan, iritabilitas, dan tidak ada mens.

2. Pil mini

Mengandung progestrin, tapi tidak ada estrogen. Penggunaan pil ini menyebebkan endometrium atrofi tipis dan penebalan lendir seviks, yang menghambat permeabilitas sperma. Angka kegagalannya adalah 3 % saja.

Keuntungannya adalah dapat digunakan segera setelah pasca partum jika pasien tidak menyusui secara eksklusif.

Kerugiannya adalah perdarahan yang tidak teratur, peningkatan risiko kehamilan ektopik, dan pilmini ini harus diminum pada waktu yang sama.

3. Implan subdermal

Enam batanag Silastik halus yang berisi progeteron sintesis yang diimplantasi kedalam lengan wanita. Progesteron bocor ke dalam aliran darah, menghambat ovulasi, membuat lendir serviks melawn sprema dan menghambat implantasi ke dalam endometrium. Efektifitas berkisar antara 0.04 % kegagalan sampai 99 % efektif dalam 24 jam.

Keuntungannya adalah bekerja lama (sampai 5 tahun), tidak tergantung koitus , reversibel, tidak mahal sepanjang usia obat tersebut dan memerlukan sedikit perhatian kecuali kunjungan petugas kesehatan terhadap masalah atau pemeliharaan kesehatan terjadwal.

Kerugiannya adalah alat ini sulit dilepaskan dan diharapkan tidak digunakan pada wanita dengan tromboflebitis aktif. Efeksampingnya meliputi nyeri tekan dan memar pada tempat pemasanganpembedahan melalui insisi 1,25 cm pada bagian dalam pemasangan lengan yang tidak normal.

4. Suntikan subkutan

Midroksiprogesteron merupakan suntikan intramuskular iberikan setiap 3 bulan, yang bekerja seperti implan subdermal. Efektifitasnya serupa dengan implan subdermal.

Keuntungannya adalah alat ini sangat efektif dan memerlukan sedikit perhatian .

Kerugiannya adalah serupa dengan implan subdermal.

Efeksampingya adalah serupa juga dengan i,plam subdermal.

G. Sterilisasi

1. Vasektomi

a. Ligasi pembedahan vas deferens mengakhiri saluran sperma yang melalui saluran tersebut sepenuhnya setelah sperma residu membersihkan saluran reproduksi pria.

b. Metode hampir 100 % efektif.

c. Keuntungannnya adalah metode ini sngat efektif dan biayanya permanen.

d. Kerugiannya adalah metode ini memerlukan pembedahan dan dapat terjadi ierversibel. Angka keberhasilan ke metode ini bervariasi ; keberhasilan anatomi adalah 40 %-90% ; keberhasilan klinis adalah 18 % sampai 60 %. Tidak perlindungan terhadap penyakit kelamin.

2. Ligasi tuba / tubektomi

a. Kedua tuba falopi dilakukan ligasi melalui pembedahan atau dilakukan kauterisasi baik melalui mini laparotomi atau laparoskopi.

b. Metode ini hampir 100 % efektif.

c. Keuntungannya adalah sangat efektif dan harganya permanen dandapat dilakukan setelah pasca partum.

d. Kerugiannya adalah merupakan metode invasif dan mungkin ireversibel. Rekonstruksi tuba memiliki angka keberhasilan pemulihan fertilitas 50 % - 70%, namun terdapat resiko kehamilan ektopik setelah prosedur ini.

H. Kontrasepsi darurat

1. Adalah metode hormonal untuk mencegah fertilisasi, implantasi atau keduanya. Metode ini secara sementara mengganggu proksi hormon ovarium yang menyebebkan fase lutel tidak adekuat, endometrium tidak dapat enyokong implantasi, tidak adekuatnya transpor tuba dan kapitasi.

2. Metode ini efektif sebesar sekitar 75 %.

3. Digunakan atas kemauan sendiri setelah suatu masa senggama tidak memakai perlindungan dalam 72 jam terakhir. Klien harus tidak meiliki kontraindikasi terhadap kontrasepsi hormonal.

4. Gabungan kontrasepsi oral diberikan sebagai dua pil Ovral (atau 4 pil Ovral) dalam 72 jam setelah koitus yang tidak terlindungi. Dosis tersebut kemudian diulangi 12 jam kemudian.

Minggu, 03 Januari 2010

tahun baru 2010

semoga dalam detik, menit, jam sampai tahun yang baru ini, kita mampu untuk memberikan dan melakukan sesuatu yang lebih baik. sebagai paramuda, kita harus bisa berkarya. membuat karya yang bisa mendorong kemajuan zaman di indonesia sekarang ini, namun tanpa mengurangi primitif spiritual kita sebagai umat beragama. dan bahwa agama itu akan membawa kita kepada keteraturan dan keseimbangan. dan bahwa agama itu merupakan sesuatu yang damai yang dapat menciptakan keselarasan tanpa melukai sesuatu.
tak ada agama yang berusaha yang untuk merusak satu sama lain.
itu bukan suatu agama namanya. namun hanya paham belaka tanpa landasan dari Tuahn YME. maka kita yang masih muda ini janganlah kita melupakan siapa kita ni sbenarnya, bahwa kita ini adalah sesuatu yang kecil dalam sebuah tempat yang Ia ciptakan sebesar ini. Allah HuAkbar..
maka ingat ya temen-temen, semangat untuk berkarya tanpa lalai dalam beribadah, saya masih serusaha untuk jadi yang terbaik walaupun saya bukan yang terbaik. yang terbaik kan Dia.
bismillah,kita sambut mentari tahun baru ini dengan senyum yang paling indah dan penuh dengan optimis..
we must will the best, make best something for self n other something. key_

kontrasepsi

A. KONTRASEPSI STERILISASI

Yaitu pencegahan kehamilan dengan mengikat sel indung telur pada wanita (tubektomi) atau testis pada pria (vasektomi). Proses sterilisasi ini harus dilakukan oleh ginekolog (dokter kandungan). Efektif bila Anda memang ingin melakukan pencegahan kehamilan secara permanen, misalnya karena faktor usia.

B. KONTRASEPSI TEKNIK

  1. Coitus Interruptus (senggama terputus): ejakulasi dilakukan di luar vagina. Efektivitasnya 75-80%. Faktor kegagalan biasanya terjadi karena ada sperma yang sudah keluar sebelum ejakulasi, orgasme berulang atau terlambat menarik penis keluar.
  2. Sistem kalender (pantang berkala): tidak melakukan senggama pada masa subur, perlu kedisiplinan dan pengertian antara suami istri karena sperma maupun sel telur (ovum) mampu bertahan hidup s/d 48 jam setelah ejakulasi. Efektivitasnya 75-80%. Faktor kegagalan karena salah menghitung masa subur (saat ovulasi) atau siklus haid tidak teratur sehingga perhitungan tidak akurat.
  3. Prolonged lactation atau menyusui, selama 3 bulan setelah melahirkan saat bayi hanya minum ASI dan menstruasi belum terjadi, otomatis Anda tidak akan hamil. Tapi begitu Ibu hanya menyusui <>

C. KONTRASEPSI MEKANIK

  1. Kondom: Efektif 75-80%. Terbuat dari latex, ada kondom untuk pria maupun wanita serta berfungsi sebagai pemblokir / barrier sperma. Kegagalan pada umumnya karena kondom tidak dipasang sejak permulaan senggama atau terlambat menarik penis setelah ejakulasi sehingga kondom terlepas dan cairan sperma tumpah di dalam vagina. Kekurangan metode ini:
    • Mudah robek bila tergores kuku atau benda tajam lain
    • Membutuhkan waktu untuk pemasangan
    • Mengurangi sensasi seksual
  2. Spermatisida: bahan kimia aktif untuk 'membunuh' sperma, berbentuk cairan, krim atau tisu vagina yang harus dimasukkan ke dalam vagina 5 menit sebelum senggama. Efektivitasnya 70%. Sayangnya bisa menyebabkan reaksi alergi. Kegagalan sering terjadi karena waktu larut yang belum cukup, jumlah spermatisida yang digunakan terlalu sedikit atau vagina sudah dibilas dalam waktu <>
  3. Vaginal diafragma: lingkaran cincin dilapisi karet fleksibel ini akan menutup mulut rahim bila dipasang dalam liang vagina 6 jam sebelum senggama. Efektivitasnya sangat kecil, karena itu harus digunakan bersama spermatisida untuk mencapai efektivitas 80%. Cara ini bisa gagal bila ukuran diafragma tidak pas, tergeser saat senggama, atau terlalu cepat dilepas (<>
  4. IUD (Intra Uterine Device) atau spiral: terbuat dari bahan polyethylene yang diberi lilitan logam, umumnya tembaga (Cu) dan dipasang di mulut rahim. Efektivitasnya 92-94%. Kelemahan alat ini yaitu bisa menimbulkan rasa nyeri di perut, infeksi panggul, pendarahan di luar masa menstruasi atau darah menstruasi lebih banyak dari biasanya.

IUS atau Intra Uterine System adalah bentuk kontrasepsi terbaru yang menggunakan hormon progesteron sebagai ganti logam. Cara kerjanya sama dengan IUD tembaga, ditambah dengan beberapa nilai plus:

Lebih tidak nyeri dan kemungkinan menimbulkan pendarahan lebih kecil

Menstruasi menjadi lebih ringan (volume darah lebih sedikit) dan waktu haid lebih singkat.

D. KONTRASEPSI HORMONAL

Dengan fungsi utama untuk mencegah kehamilan (karena menghambat ovulasi), kontrasepsi ini juga biasa digunakan untuk mengatasi ketidakseimbangan hormon estrogen dan progesteron dalam tubuh.

Harus diperhatikan beberapa faktor dalam pemakaian semua jenis obat yang bersifat hormonal, yaitu:

  • Kontraindikasi mutlak: (sama sekali tidak boleh diberikan):kehamilan, gejala thromboemboli, kelainan pembuluh darah otak, gangguan fungsi hati atau tumor dalam rahim.
  • Kontraindikasi relatif (boleh diberikan dengan pengawasan intensif oleh dokter): penyakit kencing manis (DM), hipertensi, pendarahan vagina berat, penyakit ginjal dan jantung.
  • Kontrasepsi hormonal bisa berupa pil KB yang diminum sesuai petunjuk hitungan hari yang ada pada setiap blisternya, suntikan, susuk yang ditanam untuk periode tertentu, koyo KB atau spiral berhormon.

    1. Pil Kontrasepsi Kombinasi (OC / Oral Contraception)

    Berupa kombinasi dosis rendah estrogen dan progesteron. Merupakan metode KB paling efektif karena bekerja dengan beberapa cara sekaligus sbb:

  • Mencegah ovulasi (pematangan dan pelepasan sel telur)
  • Meningkatkan kekentalan lendir leher rahim sehingga menghalangi masuknya sperma
  • Membuat dinding rongga rahim tidak siap menerima hasil pembuahan
  • Bila pasien disiplin minum OC-nya, bisa dipastikan perlindungan kontrasepsi hampir 100%. Selain itu, OC merupakan metode yang paling reversibel, artinya bila pengguna ingin hamil bisa langsung berhenti minum pil dan biasanya bisa langsung hamil dalam 3 bulan.

    MANFAAT TAMBAHAN OC

    Selain berfungsi sebagai alat kontrasepsi, OC ternyata juga memberikan manfaat yang tidak langsung berhubungan dengan efek kontrasepsi (non-contraceptive benefits) yaitu menyembuhkan atau mengurangi resiko terjadinya beberapa kelainan atau keluhan tertentu seperti:

    Manfaat penyembuhan OC:

    Menyembuhkan kelainan menstruasi

    Pil kontrasepsi dapat menyembuhkan beberapa kelainan menstruasi umum antara lain:

  • Siklus menstruasi yang tidak teratur (irregular cycle)
  • Darah yang keluar pada saat menstruasi terlalu banyak (hiper-menore)
  • Sindroma sebelum haid (premenstrual syndrome / PMS)
  • Haid dengan rasa nyeri hebat di perut (dismenore).
  • Dengan mengkonsumsi OC, siklus haid menjadi teratur dan lebih ringan sehingga resiko terkena anemia dan defisiensi besi berkurang s/d 50%.

    Mengatasi masalah hiper-androgenisme

    Dalam tubuh wanita diproduksi hormon reproduksi estrogen, progesteron, dan androgen. Hormon androgen (testosteron) yang umum disebut hormon reproduksi pria dibutuhkan oleh wanita dalam jumlah sangat sedikit (± 0,5 mg / liter darah) untuk daya tahan tubuh dan gairah seksual (libido).

    Wanita usia reproduktif (± 15 - 40 tahun) sering mengalami ketidakseimbangan hormonal dimana produksi hormon androgennya akan meningkat sehingga terjadi hiper-androgen yang bisa menyebabkan:

    • Masalah pada kulit dan rambut: kulit berminyak, komedo, jerawat, ketombe (yang bisa menyebabkan kebotakan) atau hirsutisme (pola tumbuh rambut pada yang wanita yang menyerupai pria / male hair pattern)
    • Masalah ginekologis: gangguan siklus haid, PCOS (poly-cystic-ovarian-syndrome) yang bisa menyebabkan sulit punya anak, kegemukan (obesitas) dan abnormalitas metabolisme tubuh.

    OC istimewa mengandung CPA (Siproteron Asetat), zat anti-androgen paling efektif saat ini yang bekerja khusus mengatasi masalah hiper-androgen dengan menekan produksi androgen (dalam tubuh) dan minyak (di bawah permukaan kulit) sehingga mencegah timbulnya komedo dan ketombe bahkan jerawat.

    Berbeda dengan obat-obatan topikal dan antibiotik yang membunuh bakteri dan mengobati infeksi di permukaan kulit, CPA langsung bekerja pada akar masalah yaitu dengan mencegah produksi minyak yang berlebihan. Tetapi karena obat ini bekerja step-by-step dari dalam tubuh untuk menormalkan kadar hormon androgen, perbaikan pada kulit wajah baru bisa dilihat setelah 1-3 bulan pemakaian.

    Manfaat pencegahan, yaitu OC mengurangi resiko terkena:
  • Infeksi pada organ reproduksi internal, s/d 50%
  • Kanker ovarium dan endometrium, s/d 40%
  • Benjolan jinak payudara, s/d 40%
  • Kista ovarium, s/d 80%
  • Infertilitas primer, s/d 40%
  • Kehamilan ektopik (di luar kandungan), s/d 90%
  • CARA MINUM OC

    OC harus diminum tiap hari dengan cara mengikuti petunjuk nama hari yang tertera di blisternya. Untuk memulai blister pertama Anda, mulailah minum pil pada hari pertama haid, misalnya: Anda mendapat haid pada hari Rabu maka ambil pil yang dibawahnya ada tanda Rabu. Lanjutkan minum pil setiap hari sampai habis (21 hari) yang pasti jatuh pada hari Selasa. Kemudian berhenti minum pil selama 7 hari (akan terjadi menstruasi). Setelah 7 hari bebas pil ini, lanjutkan minum pil dari kemasan yang baru pada hari Rabu lagi, jadi untuk blister ke-2 dst, selalu ikuti siklus 21 hari minum pil +7 hari bebas tablet.

    2. Suntik

    Tersedia suntik 1 bulan (estrogen + progesteron) dan 3 bulan (depot progesteron, tidak terjadi haid). Cukup praktis tetapi karena memasukkan hormon sekaligus untuk 1 atau 3 bulan, orang yang sensitif sering mengalami efek samping yang agak berat.

    3. Susuk KB (Implan)

    Depot progesteron, pemasangan dan pencabutan harus dengan operasi kecil.

    4. Koyo KB (Patch)

    Ditempelkan di kulit setiap minggu, sayangnya bagi yang berkulit sensitif sering menimbulkan reaksi alergi.

    5. Disclaim

    Data dan informasi yang ditampilkan di situs ini disediakan atas kerjasama kami dengan perusahaan yang memproduksi produk tersebut dan dapat digunakan sebagai salah satu bahan referensi. Berbagai upaya telah dilakukan untuk menampilkan data dan informasi seakurat mungkin, namun medicastore dan semua mitra yang menyediakan data dan informasi tidak bertanggung jawab atas segala kesalahan dan keterlambatan memperbarui data atau informasi, atau segala kerugian yang timbul karena tindakan yang berkaitan dengan penggunaan informasi yang disajikan.