Kamis, 21 Januari 2010
ca cerviks
tipe lain yang jarang adalah sel karsinoma adenoskuamosa, karsinoma sel terang, melanoma maligna, sarkoma, dan limfoma maligna.(prise & wilson, patofisiologi.2005)
faktor resiko untuk ca serviks adalah infeksi dengan virus papillo human (HPV) yang ditularkan secara seksual. penelitian epidemologi diseluruh dunia menegaskan bahwa infeksi HPV adalah faktor terpenting dalam perkembangan ca serviks (bosch et al, 1995). lebih dari 20 tipe HVP yang berbeda mempunyai hubungan dengan ca carviks.
Resiko Ca Cerviks :
1. hubungan seks yang terlalu muda
2. jumlah kehamilan yang terlalu sering
3. merokok
4. penggunan KB spiral
5. ganti-ganti pasangan seksual
6.infeksi virus papiloma/virus kardiloma akuminata
7. personal higiene genital yang kurang
8. AKDR
Gejala klinis :
1. keputihan yang menetap
2, perdarahan yang dialami setelah coitus
3. menstruasi yang abnormal
4. perdarahan spontan pervaginaan saat defekasi
5. adanya bau busuk karena keputihan pada vagina
6. anemia (stadium 3)
7. rasa nyeri, karena inflamasi tumor/infiltrasi sel tumor
8. kegagalan faal ginjal karena infiltrasi tumor ke uretra yang menyebabkan obstruksi
9. gagal ginjal, liver, penyakit paru
pemeriksaan diagnostik :
1. PAP SMEAR
keuntungan nya adalah murah, kelemahannya yaitu tidak dapat menentukan ca.
2. biopsi (pengembilan jaringan pada bibir vagina )
pencegahan :
1. mencegah infeksi HPV
2. menghindari kehamilan dengan jarak yang terlalu dekat.
3. jangan berganti-ganti pasangan.
4. menghindari hubungan seks yang terlalu muda.
5. menjaga kebersihan genital
(S1 keperawatan UNIMUS)ines miaz
Kamis, 07 Januari 2010
kontrasesi dan tanggung jawab perawat
Metode kontrasepsi yang paling baik adalah metode yang yang nyaman dan alamiah bagi pasangan tersebut, dan metode yang akan mereka gunakan dengan benar dan konsisten.
Efektifitas kontrasepsi dijelaskan dalam istilah ;
a. Efektifitas maksimal (ideal)
b. Efektifitas tipikal (aktual)
Tanggung jawab perawat :
1. Membantu pasangan memilih dan menggunakan metode kontrasepsi yang efektif adalah peran penting perawat.
2. Memahami filosofi yang dimilki oleh seseorang
3. Mengajarkan individu atau pasangan tentang kisaran lengkap kemungkinan kontrasepsi merupakan faktor kunci dalam membantu klien membuat pilihan kontrasepsi terinformasi dan memuaskan.
4. Memahami dan mengajarkan tentang metode kontrasepsi yang tersedia dan penggunaannya, efektifitas, keuntungan, kerugian, dan efek samping yang merupakan peran perawat yang utama.
5. Memberikan sikap yang nyaman, faktual, tidak mengadili ketika membahas kontrasepsi dan seksualitas yang merupakan elemen asuhan keperawatan efektif yang signifikan.
6. Menyusun riwayat kesehatan yang lengkap dan data pengkajian adalah penting untuk merencanakan penyuluhan kontrasepsi yang tepat.
METODE KONTRASEPSI
A. Metode alamiah atau kesadaran fertilitas
Metode ini terdiri dari identifikasi hari-hari tertentu selama setiap siklus menstruasi tertentu ketika senggama paling mungkin mengakibatkan kehamilan dan menghindari hubungan seksual selama hari-hari ini. Metode ini tidak memberikan perindungan terhadap penyakit menular seksual (STD).
1. Metode kalender (ritmis).
a. Bergantung pada pantang berkala atau tidak melakukan hubungan intim pada masa subur.
b. Angka kehamilan diantara para pemakai tipikal sebesar 13 %.
c. Keuntungan : tidak mahal, nyaman, tidak ada efek samping, mendorong komunikasi, secara etik dan moral tidak kontroversial, dan tepat untuk program pendidikan seksual.
d. Kerugian : memerlukan metode pantang berkala yang panjang dan lama serta kontrol diri, perhitungan yang benar dan periode menstruasi yang teratur agar efektif.
2. Metode sushu basal tubuh (BBT)
a. Menggunakan tanda tunggal peningkatan BBT untuk memprediksi ovulasi (menandakan masa subur) dan mulai pantang berkala.
b. Selama pemakaian tipikal, angka kehamilan berkisar sekitar 20 %.
c. Keuntungan : tidak mahal, tidak ada efek samping, mendorong komunikasi antar pasangan, secara etik dan moral tidak kontroversial, dan tepat untuk program pendidikan seksual.
d. Kerugian : metode ini tidak seefektif dengan metode lain, kenaikan suhu bisa dikarenakan oleh selain ovulasi, metode ini memerlukan pencatatan yang teratur dan akurat, masa berhubungannya sangat singkat (10 hari).
3. Metode lendir serviks
a. Metode menggunakan penampilan, karakteristik, dan jumlah lendir serviks untuk mengidentifikasi ovulasi.
b. Kemungkinan kehamilan selama pemakaian topikal adalah sekitar 20 %.
c. Keuntungan : tidak mahal, tidak ada efek samping dan tidak kontroversial.
d. Kerugian : tidak seefektif dengan metode yang lainnya.
4. Metode simptotermal
a. Pasangan tersebut menggunakan kombinasi tehnik-ttehnik yang disebutkan diatas untuk menentukan masa subur.
b. Kemungkinan kehamilan bisa sebesar 13 %-20% dintara penggunaan tipikal.
c. Keuntungannya : metode ini tidak mahal, memberikan pasngan banyak informasi, mendorong komunikasi, dan tidak memilki efek samping.
d. Kerugian : lebih rumit dansulit untuk dipelajari, dan memerlukan usaha setiap hari dan teratur.
5. Mittelschmerz
a. Di antara siklus menstruasi ,beberapa wanita mengalami nyeri ketika ovarium melepaskan telur. Jarang terjadi nyeri yang disertai denga sedikit bercak darah vagina. Beberapa pasangan menggunkan gejala ini sebagai tanda dimulainya masa subur dan tidak melakukan hubungan sampai lewat masa subur.
b. Keuntungannya adalah metode ini nyaman dan tidak mahal.
c. Kerugiannya : metode ini perlu adanya nyeri yang diandalkan dan dapat diindentifikasi dan dibedakan antara gejala-gejal serupa dan metode ini tidak dapat diandalkan seperti metode yang lainnya.
B. Koitus interuptus
1. Metode ini adalah menarik penis dari vagina saat sebelu ejakulasi.
2. Metode ini sangat tidak efektif karena sperma berada pada cairan praejakulasi. Efektifitasnya bergantung pada pria saat menarik penisnya saat akan ejakulasi.
3. Angka kehamilan sekitar 19 %.
4. Keuntungnnya adalah secara medis aman dantidak mahal.
5. Kerugiannya adalah metode ini tidak dapat diandalkan dalam merintangi kenikmatan seksual atau pleteau , dan menurunkan kepuasan. Metode ini tidak menghilangkan resiko STD.
C. Metode spermisida
1. Jeli vagina, krim, supositoria atau preparat busa berpengaruh pada kemampuan hidup sperma dan mencegah sperma masuk ke seviks .
2. Angka kehamilan diantara penggunaan tipikal bervariasi dari 5 %-50%.
3. Keuntungannya adalah metode ini tersedia tanpa resep,berguna bila metode lain tidak cocok atau ada kontraindikasi, dan memilki sedikit atau tidak ada efeksamping.
4. Kerugiannya adalah metode ini tidak efektif dengan metode lainnya, dapat mengekibatkan iritasi jaringan dan secara estetik kurang menyenangkan.
D. Metode sawar
1. Kondom wanita (vaginal pouch).
Merupakan sarung poliuretan panjang yang dimasukan secara manual kedalam vagina dengan cincin intenal yang fleksibel membentuk penghalang serviks dan cincin luar yang lebar untuk menutupi perineum. Alat ini dapat dimasukan sampai 8 jam sebelum melakukan hubungan seks dan dijual bebas. Alat iniefektif kira-kira 80 %. Keuntungannya adalah penyakit ini melindungi penyakit menular seks dan konsepsi, memungkinkan wanita untuk mengontrol perlindungan , tidak mahal untuk penggunaan tunggal dan sekali pakai.
Kerugiannya adalah secara estetik kurang nyaman, memerlukan keterampilan, mahal untuk penggunaan sering, bisa menyebabkan sensifitas terhadap bahan sarung, dan menurunkan spontanitas.
2. Kondom pria
Merupakan sarung karet yang dipasanag sesuai pada penis yang ereksi dan mencegah sperma masuk vagina. Kondom efektif sekitar 86 %.
Keuntungannya adalah bahwa mencegah terjadinya konsepsi dan penularan penyakit menular seksual, dapat dibeli bebas, dan tidak memiliki efek samping.
Kerugiannya adalah bahwa kondom dapat menurunkan spontanitas dan sensasi, seharusnya digunakan jeli vagina bila kondom atau vagina kering.
“ Tersedia kondom alamiah,yaitu kondom dari kulit hewan. Tapi mahal dan tidak melindungi terhadap sebagian besar penyakit menular seksual.
3. Cervikal cap
Adalah karet kecilatau kubah plastik yang dipasang sesuai serviks. Efektifitas tergantung pada paritas. Efektifitas wanita mengenai kehamlan dapat berkisar 60 %-80%.
Keuntungannya adalah bahwa alat ini alat ini memberikan perlindungan terus menerus selama 48 jam, berapa kalipun senggama dilakukan.
Kerugaiannya adalah alat ini dapat lepas, dan harus diisi dengan spermisida. Efeksamping meliputi trauma serviks atau vagina, infeksi pelvik, servisitis dan hasil uji Pap yang abnormal. Masalah bau juga dapat timbul dari penggunaan yang lama.
4. Diagfragma
Merupakan cincin fleksibel yang ditutupi dengan suatu kubah-berbentuk topi yang masukke vagina dan menyelubungi serviks. Bingkai posterior berada pada forniks posterior dan pubis. Efektifitasnya sekitar 80 % dengan pemakaian topikal.
Keuntungannya adalah bahwa alat ini dapat digunakan kembali dan tidak mahal dengan penggunaan selama beberapa tahun.
Kerugiannya adalah alat ini memerlukan keahlian dalam memasangnya, harus dipaskan secara individual, harus dipaskan kembali, setelah kelahiran bayi atau setelah penurunan badan sebanyak 6,8 kg atau lebih.
Efeksamping meliputi sindrom syok toksik, sistitis, kram atau tekanan rektum dan alergi terhadap spermisida atau karet.
E. Alat kontrasepsi dalam rahim ( IUD ).
Merupakan alat fleksibel yang dimasukan kedalam ronggan uterus. Alat ini mengubah transpor sperma tuba dan uterus sehingga fertilisasi tidak terjadi. Efektifitas sekitar 93 % ( maks).
Keuntungannya adalah alat ini tidak mahal untuk penggunaan jangka panjang, refersibel, tidak memilki efek samping sistemik, bisa digunakan pada wanita menyusui.
Kerugiannya adalah hanya tersedia di petugas kesehatan, dan tidak dapat dipasang pada wanita dengan pelviks aktif atau kronis. Efeksampingnya meliputi dismenore, meningkatkan aliran darah menstruasi, bercak darah diantara periode menstruasi, infeksi uterus atau perforasi dan kehamilan ektopik.
F. Metode farmakologi
1. Kontrasepsi oral
Gabungan preparat estrogen dan progesteron dalam bentuk tablet menghambat FSH, LH, dan ovum. Efektifitasnya adalah sekitar 97 %.
Keuntungannya adalah kontrasepsi ini merupakan metode konrasepsi yang paling handal dan nyaman penggunaannya.
Kerugiannya adalah seharusnya tidak digunakan pada wanita yang merokok, para wanita yang memiliki riwayat tromboflebitis, penyakit sirkulasi, varises, diabetes, karsinoma bergantung estrogen dan penyakit hati.
Efeksampingnya adalah meliputi perdarahan tengah siklus, mual, muntah, rentan terhadap infeksi vagina, pembentukan trombus, edema, pertambahan berat badan, iritabilitas, dan tidak ada mens.
2. Pil mini
Mengandung progestrin, tapi tidak ada estrogen. Penggunaan pil ini menyebebkan endometrium atrofi tipis dan penebalan lendir seviks, yang menghambat permeabilitas sperma. Angka kegagalannya adalah 3 % saja.
Keuntungannya adalah dapat digunakan segera setelah pasca partum jika pasien tidak menyusui secara eksklusif.
Kerugiannya adalah perdarahan yang tidak teratur, peningkatan risiko kehamilan ektopik, dan pilmini ini harus diminum pada waktu yang sama.
3. Implan subdermal
Enam batanag Silastik halus yang berisi progeteron sintesis yang diimplantasi kedalam lengan wanita. Progesteron bocor ke dalam aliran darah, menghambat ovulasi, membuat lendir serviks melawn sprema dan menghambat implantasi ke dalam endometrium. Efektifitas berkisar antara 0.04 % kegagalan sampai 99 % efektif dalam 24 jam.
Keuntungannya adalah bekerja lama (sampai 5 tahun), tidak tergantung koitus , reversibel, tidak mahal sepanjang usia obat tersebut dan memerlukan sedikit perhatian kecuali kunjungan petugas kesehatan terhadap masalah atau pemeliharaan kesehatan terjadwal.
Kerugiannya adalah alat ini sulit dilepaskan dan diharapkan tidak digunakan pada wanita dengan tromboflebitis aktif. Efeksampingnya meliputi nyeri tekan dan memar pada tempat pemasanganpembedahan melalui insisi 1,25 cm pada bagian dalam pemasangan lengan yang tidak normal.
4. Suntikan subkutan
Midroksiprogesteron merupakan suntikan intramuskular iberikan setiap 3 bulan, yang bekerja seperti implan subdermal. Efektifitasnya serupa dengan implan subdermal.
Keuntungannya adalah alat ini sangat efektif dan memerlukan sedikit perhatian .
Kerugiannya adalah serupa dengan implan subdermal.
Efeksampingya adalah serupa juga dengan i,plam subdermal.
G. Sterilisasi
1. Vasektomi
a. Ligasi pembedahan vas deferens mengakhiri saluran sperma yang melalui saluran tersebut sepenuhnya setelah sperma residu membersihkan saluran reproduksi pria.
b. Metode hampir 100 % efektif.
c. Keuntungannnya adalah metode ini sngat efektif dan biayanya permanen.
d. Kerugiannya adalah metode ini memerlukan pembedahan dan dapat terjadi ierversibel. Angka keberhasilan ke metode ini bervariasi ; keberhasilan anatomi adalah 40 %-90% ; keberhasilan klinis adalah 18 % sampai 60 %. Tidak perlindungan terhadap penyakit kelamin.
2. Ligasi tuba / tubektomi
a. Kedua tuba falopi dilakukan ligasi melalui pembedahan atau dilakukan kauterisasi baik melalui mini laparotomi atau laparoskopi.
b. Metode ini hampir 100 % efektif.
c. Keuntungannya adalah sangat efektif dan harganya permanen dandapat dilakukan setelah pasca partum.
d. Kerugiannya adalah merupakan metode invasif dan mungkin ireversibel. Rekonstruksi tuba memiliki angka keberhasilan pemulihan fertilitas 50 % - 70%, namun terdapat resiko kehamilan ektopik setelah prosedur ini.
H. Kontrasepsi darurat
1. Adalah metode hormonal untuk mencegah fertilisasi, implantasi atau keduanya. Metode ini secara sementara mengganggu proksi hormon ovarium yang menyebebkan fase lutel tidak adekuat, endometrium tidak dapat enyokong implantasi, tidak adekuatnya transpor tuba dan kapitasi.
2. Metode ini efektif sebesar sekitar 75 %.
3. Digunakan atas kemauan sendiri setelah suatu masa senggama tidak memakai perlindungan dalam 72 jam terakhir. Klien harus tidak meiliki kontraindikasi terhadap kontrasepsi hormonal.
4. Gabungan kontrasepsi oral diberikan sebagai dua pil Ovral (atau 4 pil Ovral) dalam 72 jam setelah koitus yang tidak terlindungi. Dosis tersebut kemudian diulangi 12 jam kemudian.
Minggu, 03 Januari 2010
tahun baru 2010
tak ada agama yang berusaha yang untuk merusak satu sama lain.
itu bukan suatu agama namanya. namun hanya paham belaka tanpa landasan dari Tuahn YME. maka kita yang masih muda ini janganlah kita melupakan siapa kita ni sbenarnya, bahwa kita ini adalah sesuatu yang kecil dalam sebuah tempat yang Ia ciptakan sebesar ini. Allah HuAkbar..
maka ingat ya temen-temen, semangat untuk berkarya tanpa lalai dalam beribadah, saya masih serusaha untuk jadi yang terbaik walaupun saya bukan yang terbaik. yang terbaik kan Dia.
bismillah,kita sambut mentari tahun baru ini dengan senyum yang paling indah dan penuh dengan optimis..
we must will the best, make best something for self n other something. key_
kontrasepsi
A. KONTRASEPSI STERILISASI
Yaitu pencegahan kehamilan dengan mengikat sel indung telur pada wanita (tubektomi) atau testis pada pria (vasektomi). Proses sterilisasi ini harus dilakukan oleh ginekolog (dokter kandungan). Efektif bila Anda memang ingin melakukan pencegahan kehamilan secara permanen, misalnya karena faktor usia.
B. KONTRASEPSI TEKNIK
- Coitus Interruptus (senggama terputus): ejakulasi dilakukan di luar vagina. Efektivitasnya 75-80%. Faktor kegagalan biasanya terjadi karena ada sperma yang sudah keluar sebelum ejakulasi, orgasme berulang atau terlambat menarik penis keluar.
- Sistem kalender (pantang berkala): tidak melakukan senggama pada masa subur, perlu kedisiplinan dan pengertian antara suami istri karena sperma maupun sel telur (ovum) mampu bertahan hidup s/d 48 jam setelah ejakulasi. Efektivitasnya 75-80%. Faktor kegagalan karena salah menghitung masa subur (saat ovulasi) atau siklus haid tidak teratur sehingga perhitungan tidak akurat.
- Prolonged lactation atau menyusui, selama 3 bulan setelah melahirkan saat bayi hanya minum ASI dan menstruasi belum terjadi, otomatis Anda tidak akan hamil. Tapi begitu Ibu hanya menyusui <>
C. KONTRASEPSI MEKANIK
- Kondom: Efektif 75-80%. Terbuat dari latex, ada kondom untuk pria maupun wanita serta berfungsi sebagai pemblokir / barrier sperma. Kegagalan pada umumnya karena kondom tidak dipasang sejak permulaan senggama atau terlambat menarik penis setelah ejakulasi sehingga kondom terlepas dan cairan sperma tumpah di dalam vagina. Kekurangan metode ini:
- Mudah robek bila tergores kuku atau benda tajam lain
- Membutuhkan waktu untuk pemasangan
- Mengurangi sensasi seksual
- Spermatisida: bahan kimia aktif untuk 'membunuh' sperma, berbentuk cairan, krim atau tisu vagina yang harus dimasukkan ke dalam vagina 5 menit sebelum senggama. Efektivitasnya 70%. Sayangnya bisa menyebabkan reaksi alergi. Kegagalan sering terjadi karena waktu larut yang belum cukup, jumlah spermatisida yang digunakan terlalu sedikit atau vagina sudah dibilas dalam waktu <>
- Vaginal diafragma: lingkaran cincin dilapisi karet fleksibel ini akan menutup mulut rahim bila dipasang dalam liang vagina 6 jam sebelum senggama. Efektivitasnya sangat kecil, karena itu harus digunakan bersama spermatisida untuk mencapai efektivitas 80%. Cara ini bisa gagal bila ukuran diafragma tidak pas, tergeser saat senggama, atau terlalu cepat dilepas (<>
- IUD (Intra Uterine Device) atau spiral: terbuat dari bahan polyethylene yang diberi lilitan logam, umumnya tembaga (Cu) dan dipasang di mulut rahim. Efektivitasnya 92-94%. Kelemahan alat ini yaitu bisa menimbulkan rasa nyeri di perut, infeksi panggul, pendarahan di luar masa menstruasi atau darah menstruasi lebih banyak dari biasanya.
IUS atau Intra Uterine System adalah bentuk kontrasepsi terbaru yang menggunakan hormon progesteron sebagai ganti logam. Cara kerjanya sama dengan IUD tembaga, ditambah dengan beberapa nilai plus:
Lebih tidak nyeri dan kemungkinan menimbulkan pendarahan lebih kecil
Menstruasi menjadi lebih ringan (volume darah lebih sedikit) dan waktu haid lebih singkat.
D. KONTRASEPSI HORMONAL
Dengan fungsi utama untuk mencegah kehamilan (karena menghambat ovulasi), kontrasepsi ini juga biasa digunakan untuk mengatasi ketidakseimbangan hormon estrogen dan progesteron dalam tubuh.
Harus diperhatikan beberapa faktor dalam pemakaian semua jenis obat yang bersifat hormonal, yaitu:
Kontrasepsi hormonal bisa berupa pil KB yang diminum sesuai petunjuk hitungan hari yang ada pada setiap blisternya, suntikan, susuk yang ditanam untuk periode tertentu, koyo KB atau spiral berhormon.
1. Pil Kontrasepsi Kombinasi (OC / Oral Contraception)
Berupa kombinasi dosis rendah estrogen dan progesteron. Merupakan metode KB paling efektif karena bekerja dengan beberapa cara sekaligus sbb:
Bila pasien disiplin minum OC-nya, bisa dipastikan perlindungan kontrasepsi hampir 100%. Selain itu, OC merupakan metode yang paling reversibel, artinya bila pengguna ingin hamil bisa langsung berhenti minum pil dan biasanya bisa langsung hamil dalam 3 bulan.
MANFAAT TAMBAHAN OC
Selain berfungsi sebagai alat kontrasepsi, OC ternyata juga memberikan manfaat yang tidak langsung berhubungan dengan efek kontrasepsi (non-contraceptive benefits) yaitu menyembuhkan atau mengurangi resiko terjadinya beberapa kelainan atau keluhan tertentu seperti:
Manfaat penyembuhan OC:
Menyembuhkan kelainan menstruasi
Pil kontrasepsi dapat menyembuhkan beberapa kelainan menstruasi umum antara lain:
Dengan mengkonsumsi OC, siklus haid menjadi teratur dan lebih ringan sehingga resiko terkena anemia dan defisiensi besi berkurang s/d 50%.
Mengatasi masalah hiper-androgenisme
Dalam tubuh wanita diproduksi hormon reproduksi estrogen, progesteron, dan androgen. Hormon androgen (testosteron) yang umum disebut hormon reproduksi pria dibutuhkan oleh wanita dalam jumlah sangat sedikit (± 0,5 mg / liter darah) untuk daya tahan tubuh dan gairah seksual (libido).
Wanita usia reproduktif (± 15 - 40 tahun) sering mengalami ketidakseimbangan hormonal dimana produksi hormon androgennya akan meningkat sehingga terjadi hiper-androgen yang bisa menyebabkan:
- Masalah pada kulit dan rambut: kulit berminyak, komedo, jerawat, ketombe (yang bisa menyebabkan kebotakan) atau hirsutisme (pola tumbuh rambut pada yang wanita yang menyerupai pria / male hair pattern)
- Masalah ginekologis: gangguan siklus haid, PCOS (poly-cystic-ovarian-syndrome) yang bisa menyebabkan sulit punya anak, kegemukan (obesitas) dan abnormalitas metabolisme tubuh.
OC istimewa mengandung CPA (Siproteron Asetat), zat anti-androgen paling efektif saat ini yang bekerja khusus mengatasi masalah hiper-androgen dengan menekan produksi androgen (dalam tubuh) dan minyak (di bawah permukaan kulit) sehingga mencegah timbulnya komedo dan ketombe bahkan jerawat.
Berbeda dengan obat-obatan topikal dan antibiotik yang membunuh bakteri dan mengobati infeksi di permukaan kulit, CPA langsung bekerja pada akar masalah yaitu dengan mencegah produksi minyak yang berlebihan. Tetapi karena obat ini bekerja step-by-step dari dalam tubuh untuk menormalkan kadar hormon androgen, perbaikan pada kulit wajah baru bisa dilihat setelah 1-3 bulan pemakaian.
Manfaat pencegahan, yaitu OC mengurangi resiko terkena:
CARA MINUM OC
OC harus diminum tiap hari dengan cara mengikuti petunjuk nama hari yang tertera di blisternya. Untuk memulai blister pertama Anda, mulailah minum pil pada hari pertama haid, misalnya: Anda mendapat haid pada hari Rabu maka ambil pil yang dibawahnya ada tanda Rabu. Lanjutkan minum pil setiap hari sampai habis (21 hari) yang pasti jatuh pada hari Selasa. Kemudian berhenti minum pil selama 7 hari (akan terjadi menstruasi). Setelah 7 hari bebas pil ini, lanjutkan minum pil dari kemasan yang baru pada hari Rabu lagi, jadi untuk blister ke-2 dst, selalu ikuti siklus 21 hari minum pil +7 hari bebas tablet.
2. Suntik
Tersedia suntik 1 bulan (estrogen + progesteron) dan 3 bulan (depot progesteron, tidak terjadi haid). Cukup praktis tetapi karena memasukkan hormon sekaligus untuk 1 atau 3 bulan, orang yang sensitif sering mengalami efek samping yang agak berat.
3. Susuk KB (Implan)
Depot progesteron, pemasangan dan pencabutan harus dengan operasi kecil.
4. Koyo KB (Patch)
Ditempelkan di kulit setiap minggu, sayangnya bagi yang berkulit sensitif sering menimbulkan reaksi alergi.
5. Disclaim
Data dan informasi yang ditampilkan di situs ini disediakan atas kerjasama kami dengan perusahaan yang memproduksi produk tersebut dan dapat digunakan sebagai salah satu bahan referensi. Berbagai upaya telah dilakukan untuk menampilkan data dan informasi seakurat mungkin, namun medicastore dan semua mitra yang menyediakan data dan informasi tidak bertanggung jawab atas segala kesalahan dan keterlambatan memperbarui data atau informasi, atau segala kerugian yang timbul karena tindakan yang berkaitan dengan penggunaan informasi yang disajikan.
