Kamis, 18 Juni 2009

tentang manusia oleh azim

sebenarnya manusia itu tak ada,tahukah engkau 20 tahun yang dulu?50 tahun yangh dulu?70 tahun yang dulu?90 tahun yang dulu?100 tahun yang dului?
apakah engkau pada saat itu sudah ada???belum kan??namun engkau sudah mengetahui semua kal ini..tapi kebanyakan orang tak mengerti bagaimana mereka diciptakan ..gamaimana mereka berasal.seperti apakh manusia itu??bukannya kita yang bodoh dengan tidak mengetahui semua itu,namun mata hati dan pikiran kitalah yang buta..yang tak mau mengetahui bagaimana kita ini tercipta.
manusia itu diberi kepandaian,mengapa tak digunakan?manusia itu diberui kesadaran,namun mereka tak pernah sadar???dalam hakikatnya,kita memang sedang berperang,,berperang melawan pikiran kita sendiri.yang tak tentui dan mudah terombang ambing..
engkau tau tuhan kan?namun mengapa engkau tak tahu bahwa ia maha melihat?apakah tuhan mu tak melihatmu?apakah tuhan mu tak mendengar permintaan mu??apakah dirimu bodoh atau apakah ada hal lain yang membuat sesuatu itu tak ada gunanya??
sekarang ganti haluan dirimu bila dirimu masih dalam keadaan hanya mencar8i kesenangan saja..
karna waktu sekarang adalah hal; untuk kita berbuat dalam kehidupan yang akan datang ,,bila hal ini tak dapat kau katakan kebenarannya,,maka apakah dirimu itu tak punya pikiran???
vselanjutnya hanya diri mu yang akan tahu bgaimana kejadiannya,karena dirimu sebenarnya memang sudah tahu apa yang terjadi sesungguh nya,,karena kau diberi kepastian dan semua yag kau ingin kan..namun jangan kau jadi kan itu sebagai ungkapan nafsu belakamu..

salam dariku faizin ahmad yang hanya bicara dari lubuk hati karena kebenaran dan dari hal-hal yang memang sudah memang pernah dilihat..semoga kau sadar dan kembali kejalan yang benar..
amin ya robbal alamin..bismillahhirohmanirrohim

cara makan yang baik dalam keseharian kita

Pencernaan Sehat, Tubuh pun Prima
7- 2008 in 18 06 2009




You are what you eat, terjemahan bebasnya, apa yang dimakan ternyata mencerminkan diri seseorang. Lebih jauh lagi, pola makan pun juga menentukan kesehatan seseorang.

Ahli gizi Rumah Sakit Siloam Jakarta dr Fiastuti Witjaksono MS SpGK menyebutkan, apabila menyantap makanan yang tidak baik, maka akan menemui pelbagai masalah yang berhubungan dengan pencernaan. "You are what you eat, adalah apa yang kita makan, maka mencerminkan kita," sebut Fiastuti pada acara talkshow "Pentingnya Menjaga Kesehatan Pencernaan" yang diselenggarakan Danone Activia.

Pola makan adalah perilaku manusia dalam pemenuhan kebutuhannya akan makanan yang meliputi sikap, kepercayaan, jenis makanan, frekuensi, cara pengolahan, dan pemilihan makanan.Jika pola makan sehat, maka pencernaan pun pasti sehat.

Studi lembaga IPSOS terhadap pola makan dan kesehatan pencernaan di sejumlah negara Asia, seperti Thailand, Vietnam, Filipina, Indonesia, India, dan Pakistan, menyebutkan masyarakat di negara-negara tersebut ternyata rentan terhadap permasalahan kesehatan karena kurang lancarnya pencernaan. "Menjaga pencernaan sangat penting bagi kesehatan manusia," ungkapnya.

Fiastuti mengatakan, kebanyakan orang menganggap sepele masalah gangguan pencernaan. Gejala-gejala seperti konstipasi, sembelit, dan susah buang air besar sering kali dianggap mengganggu, tapi tidak serius ditanggapi para penderita. "Banyak yang tidak tahu bahwa gejala-gejala tersebut akan menimbulkan dan memicu masalah yang lebih serius, misalnya kanker usus besar bahkan kanker saluran pencernaan," tutur Fiastuti.

Studi lembaga IPSOS juga menyebutkan secara reguler, 94% dari masyarakat Indonesia mengalami konstipasi, 87% mengalami perut kembung, dan 83% lainnya mengalami kedua gejala tersebut. Penyebab dari gangguan tersebut adalah pola makan yang tidak sehat. Seperti terbiasa untuk tidak sarapan, mengonsumsi makanan yang berlemak, dan kurang mengonsumsi serat.

"Pola makan yang buruk, mempunyai banyak dampak yang tidak baik, pola makan yang buruk bisa menyebabkan overweight (kegemukan) atau obesitas (kelebihan berat badan sebanyak 20% dari yang semestinya," tutur dosen ilmu gizi Fakultas Departemen Gizi Masyarakat Sumber Daya Keluarga, Institut Pertanian Bogor, Prof Dr Ir Ali Khomsan Ms.

Studi itu juga menghasilkan suatu fakta yang menyatakan, masalah pencernaan pada penduduk negeri ini banyak karena pilihan makanan yang tidak seimbang. "Kesibukan sehari-hari sering kali membuat kita melupakan sarapan atau makan siang, dan menggantinya dengan camilan ringan, seperti gorengan, yang justru memicu masalah pencernaan," ucap Fiastuti.

Dia mengatakan, kaum wanita yang sedang berdiet sering kali beranggapan untuk menyubstitusi menu utama dengan makanan ringan. Selain tidak cukup bergizi, makanan ringan yang dipilih bisa saja menghambat pencernaan. Parahnya lagi, malah akan membuat kondisi tubuh dan pikiran tidak nyaman. "Snack, sebenarnya baik untuk dikonsumsi, asalkan sudah diporsikan agar tidak berlebihan," tutur guru besar Ilmu Pangan dan Gizi tersebut.

Prof Ali juga mengatakan, snack sebaiknya dikonsumsidua kali sehari, di antara dua waktu makan. Usahakan pula snack tersebut mengandung buah yang kaya vitamin. "Sebaiknya makan snack antara pukul 11.00 dan pukul 15.00," sebutnya.

Salah satu solusi menanggulangi masalah pencernaan adalah dengan menjaga keseimbangan mikrobiologi di dalam usus. Caranya, mengonsumsi secara teratur produk yang mengandung probiotik khusus untuk melancarkan pencernaan. Prebiotik adalah suplemen makanan mikrobial atau komponen dari bakteria, yang terbukti mempunyai efek berguna pada kesehatan manusia.
(inez miaz).

Sumber: Okezone